Remahan.com

Kecanduan Gim Sebagai Penyakit Ganggun Mental Tahun 2022 Mendatang

Ilustrasi (Net)

REMAHAN.com - World Health Organization (WHO) Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan kecanduan gim akan ditetapkan sebagai salah satu penyakit gangguan kesehatan mental pada 2022.

Dalam WHO's International Classification of Diseases (ICD), yang merupakan rujukan tentang penyakit yang bisa didiagnosis, WHO menggambarkan kecanduan gim adalah pola perilaku bermain gim yang terus menerus atau berulang, sehingga lebih diutamakan daripada kepentingan hidup lainnya.

Shekhar Saxena, pakar WHO tentang kesehatan mental dan penyalahgunaan zat mengatakan bahwa dalam kasus yang terburuk, seorang pemain gim bisa bermain hingga 20 jam sehari. Mereka juga tidak tidur, makan, bekerja, sekolah, atau melakukan hal-hal lainnya.

"Ini adalah perilaku sesekali atau sementara," kata Saxena seperti dikutip dari Liputan6.com, Senin (27/5).

Baca: Cedera Bantalan Sendi Lutut? Ini Penanganannya

ICD sendiri terus diperbarui selama 10 tahun terakhir. Setidaknya, ada 55 ribu cedera, penyakit, dan penyebab kematian yang dimasukkan ke dalamnya. Ini menjadi dasar bagi WHO dan para ahli untuk melihat dan merespon sebuah tren kesehatan.

"Ini memungkinkan kita untuk memahami banyak hal mengenai apa yang membuat orang sakit dan meninggal, serta mengambil tindakan untuk mencegah penderitaan dan menyelamatkan kehidupan," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam sebuah pernyataan resminya.

Keputusan tersebut mendapat tanggapan dari beberapa industri gim. Mereka menyatakan bahwa keamanan produknya sudah diakui lebih dari 2 miliar orang di seluruh dunia.

Selain itu, nilai edukasional, terapeutik, dan rekreasi dari sebuah permainan telah diakui secara luas. Mereka juga mendesak agar WHO mempertimbangkan kembali klasifikasi tersebut.

Baca: Kasur Ini Dijual Seharga Rp6,1 Miliar

Namun, dikutip dari Sky News, pemain besar seperti Microsoft telah mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan dari gim.

"Kami menempatkan banyak kontrol di berbagai tempat di mana orangtua bisa memanfaatkan beberapa hal seperti waktu di depan layar dan penggunaan gim," kata Head of Gaming Microsoft, Dave McCarthy.

"Dan kami juga berpikir sebagai industri, ada lebih banyak yang dapat dan harus kami lakukan di sekitar penelitian dan kolaborasi," tambahnya. Rm

99 0

Artikel Terkait

Ini Perkiraan Jumlah Orang Meninggal di Indonesia Akibat Korona
Ini Perkiraan Jumlah Orang Meninggal di Indonesia Akibat Korona

Lifestyle

Ini Perkiraan Jumlah Orang Meninggal di Indonesia Akibat Korona

ITB Ingatkan Bahaya Disinfektan Bagi Tubuh dan Lingkungan
ITB Ingatkan Bahaya Disinfektan Bagi Tubuh dan Lingkungan

Lifestyle

ITB Ingatkan Bahaya Disinfektan Bagi Tubuh dan Lingkungan

Benarkah Konsumsi Garam Berlebihan Turunkan Kekebalan Tubuh
Benarkah Konsumsi Garam Berlebihan Turunkan Kekebalan Tubuh

Lifestyle

Benarkah Konsumsi Garam Berlebihan Turunkan Kekebalan Tubuh

Artikel Lainnya

Efek Kafein pada Kulit dan Tubuh
Efek Kafein pada Kulit dan Tubuh

Lifestyle

Efek Kafein pada Kulit dan Tubuh

CEO Twitter Hanya Makan 1 Kali Dalam Sehari
CEO Twitter Hanya Makan 1 Kali Dalam Sehari

Lifestyle

CEO Twitter Hanya Makan 1 Kali Dalam Sehari

Diciumi Banyak Orang, Bayi Baru Lahir Ini Nyaris Meninggal Dunia
Diciumi Banyak Orang, Bayi Baru Lahir Ini Nyaris Meninggal Dunia

Lifestyle

Diciumi Banyak Orang, Bayi Baru Lahir Ini Nyaris Meninggal Dunia

Komentar