Remahan.com

Konsumsi Martabak Manis Berlebihan, Ini Penyakit yang Mengintai

REMAHAN.com - Martabak manis merupakan penganan yang kurang sehat karena mengandung kalori yang tinggi. Inilah sebabnya martabak manis tidak bisa disebut sebagai snack atau camilan.

Hal itu diungkapkan oleh dr Verawati Sudarma, SpGK dalam tayangan Ayo Hidup Sehat di tvOne, Rabu, 31 Juli 2019.

“Tidak termasuk camilan, karena kalorinya sangat besar. Snack dianjurkan hanya sekitar 200-300 kalori. Kalau martabak manis kalorinya biasanya sampai 250-400 per potong,” ucap Vera.

Ia menyebutkan sejumlah dampak negatif mengonsumsi martabak manis berlebihan. Menurutnya, pengolahan martabak manis yang berkali-kali dioleskan butter atau margarin membuat makanan ini mengandung lemak jenuh dan lemak trans yang bisa menyumbat pembuluh darah.

Baca: Cedera Bantalan Sendi Lutut? Ini Penanganannya

“Risiko penyakit serius, seperti jantung dan stroke akan naik,” kata Vera.

Kemudian martabak manis juga umumnya ditaburi gula berkali-kali supaya adonan berongga dan terakhir susu kental manis. “Tepung terigu adalah karbohidrat sederhana, maka mereka akan berubah cepat jadi glukosa. Ini semua akan meningkatkan risiko penyakit diabetes,” tambahnya.

Kemudian dampak lainnya adalah memicu obesitas. Itu karena martabak manis tinggi akan kalori dan seringkali dikonsumsi di malam hari. Hal ini mampu menyebabkan tubuh menimbun kalori dan memicu obesitas.

Martabak manis juga biasanya diberi tambahan baking soda atau baking powder yang mengandung natrium. Penderita darah tinggi dan diabetes harus berhati-hati karena itu mampu meningkatkan tekanan darah. Untuk itu, Vera memberikan tips tetap sehat meski mengonsumsi martabak manis.

Baca: Kasur Ini Dijual Seharga Rp6,1 Miliar

“Harus lihat isiannya dulu. Yang sehat isiannya buah, kacang almond. Kemudian cara pembuatannya. Jika sangat berminyak, sampai menetes, cukup makan 3/4 (dari satu potong),” ucapnya.

Anda juga bisa memilih martabak yang tipis kering untuk selingan karena kandungan tepung terigu, mentega dan gulanya lebih sedikit. Jadi kandungan kalorinya pun lebih rendah.

Untuk pilihan yang lebih sehat, ada baiknya Anda memilih martabak telur. Kandungan tepung terigunya lebih sedikit dan tak ada tambahan gula.

“Tapi kalau mau aman, pilih telur ayam karena kandungan kolesterolnya lebih rendah dari telur bebek,” tutupnya. Rm

165 0

Artikel Terkait

Ini Perkiraan Jumlah Orang Meninggal di Indonesia Akibat Korona
Ini Perkiraan Jumlah Orang Meninggal di Indonesia Akibat Korona

Lifestyle

Ini Perkiraan Jumlah Orang Meninggal di Indonesia Akibat Korona

ITB Ingatkan Bahaya Disinfektan Bagi Tubuh dan Lingkungan
ITB Ingatkan Bahaya Disinfektan Bagi Tubuh dan Lingkungan

Lifestyle

ITB Ingatkan Bahaya Disinfektan Bagi Tubuh dan Lingkungan

Benarkah Konsumsi Garam Berlebihan Turunkan Kekebalan Tubuh
Benarkah Konsumsi Garam Berlebihan Turunkan Kekebalan Tubuh

Lifestyle

Benarkah Konsumsi Garam Berlebihan Turunkan Kekebalan Tubuh

Artikel Lainnya

Efek Kafein pada Kulit dan Tubuh
Efek Kafein pada Kulit dan Tubuh

Lifestyle

Efek Kafein pada Kulit dan Tubuh

CEO Twitter Hanya Makan 1 Kali Dalam Sehari
CEO Twitter Hanya Makan 1 Kali Dalam Sehari

Lifestyle

CEO Twitter Hanya Makan 1 Kali Dalam Sehari

Diciumi Banyak Orang, Bayi Baru Lahir Ini Nyaris Meninggal Dunia
Diciumi Banyak Orang, Bayi Baru Lahir Ini Nyaris Meninggal Dunia

Lifestyle

Diciumi Banyak Orang, Bayi Baru Lahir Ini Nyaris Meninggal Dunia

Komentar