Remahan.com

Korsel Sediakan Kamp Bagi Kecanduan Internet

REMAHAN.com - Hampir setiap orang memiliki ponsel pintar dan akses ke internet. Seperti juga hal nya dengan Korea Selatan. Namun, tentu ada efek negatif dari hal tersebut.

Berdasarkan angka resmi untuk tahun lalu menunjukkan bahwa lebih dari 140.000 anak muda kecanduan internet. Bahkan, beberapa laporan menunjukkan bahwa angka ini sebenarnya bisa jauh lebih tinggi.

Akibatnya, ada banyak pusat penanganan di Korea Selatan di mana remaja dapat dirawat untuk mengurangi ketergantungan terhadap internet dan menerima bantuan.

Sekolah-sekolah juga telah memperkenalkan program-program khusus untuk mencegah anak-anak menjadi kecanduan. Salah satu tempat yang disebut sebagai 'kamp kecanduan internet' di Korsel bernama Muju.

Baca: Cedera Bantalan Sendi Lutut? Ini Penanganannya

Kamp kecanduan internet adalah tempat di mana orang dapat pergi untuk menerima bantuan, akibat hubungan tidak sehat yang mereka miliki dengan internet.

Mereka dapat mempelajari teknik untuk membantu mereka menjadi lebih mandiri dari dunia online dan mengubah perasaan mereka tentang menghabiskan waktu online.

Dilansir dari Viva.co.id, sejak 2014 lebih dari 1.200 anak muda telah mendatangi kamp kecanduan internet yang sama dengan Muju maupun di Hawon.

Di kamp di Muju, aturannya sangat ketat dan telepon tidak diperbolehkan. Begitu remaja tiba di kamp, mereka harus menyerahkan semua barang-barang elektronik mereka, bahkan termasuk hal-hal seperti pelurus rambut.

Baca: Kasur Ini Dijual Seharga Rp6,1 Miliar

Kamp tersebut berfokus pada membantu remaja untuk merasa lebih baik tentang diri mereka sendiri dari ponsel mereka. Di kamp tersebut para peserta diajarkan kerajinan, olahraga, permainan dan kegiatan untuk membantu para pecandu internet keluar dari dunia digital dan kembali ke dunia nyata.

Idenya adalah bahwa kegiatan ini akan membantu mereka yang berada di kamp untuk menemukan cara lain untuk merasa bahagia dan santai, alih-alih dengan mendapatkan kesenangan dengan memenangkan permainan online.

Ada juga sesi konseling di mana anak-anak dapat membicarakan masalah mereka. Konselor membantu remaja mengetahui kapan harus berhenti menggunakan ponsel mereka dan mengubah sikap mereka terhadap perangkat mereka.

"Di sini, kami mencoba memberi mereka alternatif untuk internet, permainan, dan media sosial. Ketika kami menjalankan kamp, kami mencoba banyak kegiatan berbeda untuk menunjukkan kepada para remaja bahwa mereka dapat memiliki harga diri dan kepercayaan diri yang lebih besar di luar dunia cyber," kata manajer kamp Yong-chul Shim. Rm

102 0

Artikel Terkait

Ini Perkiraan Jumlah Orang Meninggal di Indonesia Akibat Korona
Ini Perkiraan Jumlah Orang Meninggal di Indonesia Akibat Korona

Lifestyle

Ini Perkiraan Jumlah Orang Meninggal di Indonesia Akibat Korona

ITB Ingatkan Bahaya Disinfektan Bagi Tubuh dan Lingkungan
ITB Ingatkan Bahaya Disinfektan Bagi Tubuh dan Lingkungan

Lifestyle

ITB Ingatkan Bahaya Disinfektan Bagi Tubuh dan Lingkungan

Benarkah Konsumsi Garam Berlebihan Turunkan Kekebalan Tubuh
Benarkah Konsumsi Garam Berlebihan Turunkan Kekebalan Tubuh

Lifestyle

Benarkah Konsumsi Garam Berlebihan Turunkan Kekebalan Tubuh

Artikel Lainnya

Efek Kafein pada Kulit dan Tubuh
Efek Kafein pada Kulit dan Tubuh

Lifestyle

Efek Kafein pada Kulit dan Tubuh

CEO Twitter Hanya Makan 1 Kali Dalam Sehari
CEO Twitter Hanya Makan 1 Kali Dalam Sehari

Lifestyle

CEO Twitter Hanya Makan 1 Kali Dalam Sehari

Diciumi Banyak Orang, Bayi Baru Lahir Ini Nyaris Meninggal Dunia
Diciumi Banyak Orang, Bayi Baru Lahir Ini Nyaris Meninggal Dunia

Lifestyle

Diciumi Banyak Orang, Bayi Baru Lahir Ini Nyaris Meninggal Dunia

Komentar