Remahan.com

Menahan Buang Air Kecil, Ini Resiko yang Dihadapi

REMAHAN.com - Infeksi Saluran Kemih atau ISK adalah infeksi akibat terbentuknya koloni kuman di saluran kemih yang dicapai melalui cara hematogen dan ascending.

Infeksi saluran kemih tersebut bisa dari darah dan bisa juga dari vagina. Kalau dari darah efeknya akan ke ginjal dan bisa menyebabkan gagal ginjal. Sementara kalau dari vagina bisa ke saluran kencing.

Ada banyak alasan sebagian orang untuk menahan buang air kecil. Seperti ketika berada di perjalanan, kemudian malas berhenti di rest area karena khawatir dengan toilet yang kotor. Atau bisa juga memang tidak menemukan rest area karena macet panjang atau jalanan yang dilalui kiri kanannya hanya ada sawah.

Bisa juga pada saat kita beraktivitas seperti meeting misalnya, yang serba tanggung kalau ditinggalkan. Akhirnya kita menahan buang air kecil bahkan sampai rasa ingin buang air kecil itu hilang.

Baca: Cedera Bantalan Sendi Lutut? Ini Penanganannya

Kencing yang ditahan tersebut akan menyebabkan air kencing dan kotorannya mengendap pada kantung kemih. Di sini akhirnya akan banyak bakteri yang tertinggal dan bisa menyebabkan Infeksi.

Bakteri yang menyebabkan Infeksi saluran kemih, di antaranya Escherichia Coli, Klebsilellasp, Enterobacter Aerogenes, Proteus sp, Pseudomonas Aeruginosa, Acinetobacter, Providencia sp, dan Enetrococcus Faecalis.

Seperti dimuat Viva.co.id, 80 persen kasus ISK terjadi karena adanya bakteri E-coli yang menempel pada dinding saluran kemih. Bacteria E.Coli adalah bakteri yang hidup di saluran pencernaan manusia. Bacteria E.Coli dikeluarkan melalui anus bersamaan dengan feses. Bacteria E.Coli dapat secara tidak sengaja masuk ke saluran kemih dan menempel di dinding saluran kemih. Jika didiamkan dapat menyebabkan ISK.

Selain menahan buang air kecil, ISK juga dipengaruhi banyak faktor, di antaranya usia (menopause), jenis kelamin, kebersihan, dan berganti-ganti pasangan.

Baca: Kasur Ini Dijual Seharga Rp6,1 Miliar

Ketika wanita mengalami menopause, maka hormon estrogen akan hilang. Padahal hormon ini mampu membilas semua kuman yang masuk ke dalam vagina. Termasuk bakteri penyebab infeksi saluran kemih.

Dalam keadaan normal, urine tidak mengandung bakteri, namun bisa saja ketika buang air kecil terasa sakit. Kondisi ini belum tentu merupakan infeksi saluran kemih. Untuk menentukan apakah positif infeksi saluran kemih maka perlu dilakukan pemeriksaan urine.

Dari pemeriksanaan ini akan terlihat bakteri yang menyebabkan infeksi saluran kemih. Jenis bakteri yang ditemukan akan menentukan jenis antibiotik apa yang akan diberikan. Dalam keadaan normal, urine tidak mengandung bakteri, virus, atau mikroorganisme lainnya. Rm

132 0

Artikel Terkait

Ini Perkiraan Jumlah Orang Meninggal di Indonesia Akibat Korona
Ini Perkiraan Jumlah Orang Meninggal di Indonesia Akibat Korona

Lifestyle

Ini Perkiraan Jumlah Orang Meninggal di Indonesia Akibat Korona

ITB Ingatkan Bahaya Disinfektan Bagi Tubuh dan Lingkungan
ITB Ingatkan Bahaya Disinfektan Bagi Tubuh dan Lingkungan

Lifestyle

ITB Ingatkan Bahaya Disinfektan Bagi Tubuh dan Lingkungan

Benarkah Konsumsi Garam Berlebihan Turunkan Kekebalan Tubuh
Benarkah Konsumsi Garam Berlebihan Turunkan Kekebalan Tubuh

Lifestyle

Benarkah Konsumsi Garam Berlebihan Turunkan Kekebalan Tubuh

Artikel Lainnya

Efek Kafein pada Kulit dan Tubuh
Efek Kafein pada Kulit dan Tubuh

Lifestyle

Efek Kafein pada Kulit dan Tubuh

CEO Twitter Hanya Makan 1 Kali Dalam Sehari
CEO Twitter Hanya Makan 1 Kali Dalam Sehari

Lifestyle

CEO Twitter Hanya Makan 1 Kali Dalam Sehari

Diciumi Banyak Orang, Bayi Baru Lahir Ini Nyaris Meninggal Dunia
Diciumi Banyak Orang, Bayi Baru Lahir Ini Nyaris Meninggal Dunia

Lifestyle

Diciumi Banyak Orang, Bayi Baru Lahir Ini Nyaris Meninggal Dunia

Komentar