Remahan.com

Mitos Seputar Teh yang tak Perlu Dipercaya

REMAHAN.com - Teh bukan hanya sekadar minuman. Minum teh sudah menjadi tradisi dalam beberapa budaya di seluruh dunia. Minum secangkir teh hangat, mampu menyegarkan, menenangkan pikiran, dan terbukti memiliki banyak manfaat kesehatan.

Namun, ada beberapa mitos yang sudah terlanjur dipercaya masyarakat mengenai teh ini. Apa saja mitosnya? Dilansir Viva.co.id dari Times of India, berikut lima mitos terkait teh, yang enggak perlu kamu percaya.

Teh herbal tidak mengandung kafein

Teh herbal tidak dianggap sebagai teh asli, karena tidak diproses dari tanaman Camellia Sinensis. Teh herbal dibuat dengan seduhan bunga, ramuan, biji-bijian, akar atau kulit pohon dalam air panas.

Terkait kandungan kafein, tidak semua teh herbal bebas kafein. Misalnya, teh Guarana dan teh Yerba mate, yang masih mengandung kafein. Untuk itu, disarankan membaca label sebelum membeli teh herbal.

Baca: Cedera Bantalan Sendi Lutut? Ini Penanganannya

Teh celup dianggap lebih baik dari daun teh

Menikmati secangkir teh menggunakan teh celup dirasa lebih praktis. Tetapi ingat, teh daun selalu lebih baik daripada teh celup atau yang dikemas dalam kantong. Daun teh dalam kantong kualitasnya sudah menurun dibanding daun teh langsung. Selain itu, teh celup juga kurang minyak esensial dan aroma. Jadi, akan lebih baik jika kamu menggunakan daun teh langsung saja.

Teh hijau lebih sehat daripada teh hitam

Teh hijau memang lebih populer dibanding teh hitam, tapi selebihnya tidak ada perbedaan. Keduanya sama-sama mengandung antioksidan yang kuat dan bermanfaat. Daun teh berubah menjadi hijau atau hitam setelah melalui proses oksidasi atau fermentasi. Selama proses ini, antioksidan dalam teh hijau, seperti katekin, diubah menjadi theaflavin, yang ditemukan dalam teh hitam.

Menambahkan susu ke dalam teh menetralkan manfaat kesehatan

Baca: Kasur Ini Dijual Seharga Rp6,1 Miliar

Menambahkan susu ke segala jenis teh tidak akan menghilangkan manfaat kesehatannya. Susu mengandung kalsium, yang baik untuk tulang. Sesuai penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Agriculture and Food Society, jumlah katekin yang diserap dari teh tetap sama, baik menambahkan susu di dalamnya atau tidak.

Teh hijau membantu menurunkan berat badan

Teh hijau memang mengandung stimulan yang dapat meningkatkan metabolisme, tetapi jumlahnya sangat sedikit. Jika kamu berpikir, menyesap 4-5 cangkir teh hijau dalam sehari akan membantu menurunkan berat badan, maka kamu salah. Rm

172 0

Artikel Terkait

Ini Perkiraan Jumlah Orang Meninggal di Indonesia Akibat Korona
Ini Perkiraan Jumlah Orang Meninggal di Indonesia Akibat Korona

Lifestyle

Ini Perkiraan Jumlah Orang Meninggal di Indonesia Akibat Korona

ITB Ingatkan Bahaya Disinfektan Bagi Tubuh dan Lingkungan
ITB Ingatkan Bahaya Disinfektan Bagi Tubuh dan Lingkungan

Lifestyle

ITB Ingatkan Bahaya Disinfektan Bagi Tubuh dan Lingkungan

Benarkah Konsumsi Garam Berlebihan Turunkan Kekebalan Tubuh
Benarkah Konsumsi Garam Berlebihan Turunkan Kekebalan Tubuh

Lifestyle

Benarkah Konsumsi Garam Berlebihan Turunkan Kekebalan Tubuh

Artikel Lainnya

Efek Kafein pada Kulit dan Tubuh
Efek Kafein pada Kulit dan Tubuh

Lifestyle

Efek Kafein pada Kulit dan Tubuh

CEO Twitter Hanya Makan 1 Kali Dalam Sehari
CEO Twitter Hanya Makan 1 Kali Dalam Sehari

Lifestyle

CEO Twitter Hanya Makan 1 Kali Dalam Sehari

Diciumi Banyak Orang, Bayi Baru Lahir Ini Nyaris Meninggal Dunia
Diciumi Banyak Orang, Bayi Baru Lahir Ini Nyaris Meninggal Dunia

Lifestyle

Diciumi Banyak Orang, Bayi Baru Lahir Ini Nyaris Meninggal Dunia

Komentar